Konsep Peperangan Dalam Qur’an

Judul asli: War in the Quran

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka… (2:191)

Bagian ayat di atas telah diduplikasi di berbagai situs dan publikasi untuk digunakan sebagai suatu kesaksian atas ‘kekerasan’ dan kekejaman yang didukung oleh Quran…

Dalam artikel ini, kami akan merontokkan mitos seputar peperangan dalam Quran dan menunjukkan ‘apa’ yang sebenarnya Allah dari Islam ajarkan.

1. Perlawanan Hanya Diizinkan Terhadap Agresi atau Perburuan.

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (2:190)

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (2:217)

Bertolak-belakang dengan keinginan banyak pihak yang lebih ingin menggambarkan Islam sebagai suatu sistem yang suka perang, Quran tidak mengizinkan peperangan kecuali dalam kasus ‘bela-diri’.

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.  (2:191)

Lihat kembali kepada ayat yang menyeramkan di awal artikel ini…

Nampaknya, ayat tersebut merupakan kelanjutan langsung dari 2:190 dimana orang-orang diperintahkan untuk bertempur untuk membela diri. Kita diizinkan untuk bertarung dan membunuh mereka yang bertarung dengan dan ingin membunuh kita, dan mengusir mereka dari tempat mereka mengusir kita… Perlindungan diberikan di Masjidilharam; namun, ini tidak berlaku jikalau mereka tetap meneruskan perlawanan di lokasi tersebut.

2. Pencegahan Adalah Kuncinya.

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (8:60)

Quran adalah buku kehidupan dan buku kebijaksanaan. Ayat di atas mendukung strategi menunjukkan kekuatan dan memastikan bahwa setiap orang sadar akan hal itu. Ini biasanya adalah cara terbaik untuk mencegah peperangan dan membuat mereka dengan niat jahat berpikir dua kali untuk memulai peperangan atau menyerang karena alasan superioritas.

3. Pelatihan Militer Dianjurkan.

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (2:216)

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (8:65)

Untuk memperjelas dari awalnya, Islam adalah suatu sistem yang mengundang manusia untuk bersiaga setiap saat… Quran tidak mengadopsi sikap ‘tinggal-pergi’, tapi menjatuhkan para aggressor sejak awal dan menuntut pengikutnya untuk menyadari tanggung-jawab seperti itu.

4. Pertarungan Diizinkan Untuk Membela Mukmin Lainnya.

…Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (8:72)

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. (4:75)
Mereka yang beriman yang diserang boleh meminta pertolongan dan tindakan militer boleh diterapkan pada kasus semacam ini. Pengecualian terhadap hal ini jelas, yaitu apabila terdapat perjanjian dengan negara/kaum yang menjadi tempat tinggal mereka dan perjanjian tersebut belum dilanggar (baca 9:1-15 untuk urusan mengenai perjanjian yang dilanggar).

5. Konsep ‘Jihad’.

Dan berjuanglah (jahidu) kamu pada jalan Allah dengan perjuangan (jihad) yang sebenar-benarnya…(22:78)

Jihad dimengerti oleh budaya Barat dan bahkan dalam lingkaran Islam sendiri sebagai ‘Perang Suci’. Sebenarnya, kata ini menurut pemakaiannya oleh Buku Allah berarti ‘untuk berjuang’:

Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjuang (jahadu) dengan harta dan diri mereka (9:88)

Allah melebihkan orang-orang yang berjuang (mujahidiin) dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk… (4:95)

Bahkan orang tua anda bisa ‘berjuang’ melawan anda:

Dan jika keduanya memaksamu (jahadaak) untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya… (29:8, 31:15)

Jelaslah bahwa orang tua anda tidak melakukan ‘Perang Suci’ melawan anda.

6. Kesetaraan Dalam Peperangan Merupakan Peraturan.

…Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (2:194)

Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (16:126)

Inilah hukum kesetaraan. Jika 100 serdadu anda dibunuh, maka jumlah maksimal serdadu musuh yang boleh anda bunuh adalah 100… Anda tidak boleh membunuh lebih dari apa yang terbunuh bagi anda, dan jika anda menahan diri dan tidak cepat dalam membalas dendam, itu adalah selalu yang lebih baik.

7. Melarikan Diri Tidaklah Dianjurkan.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (8:15-16)

Meskipun tidak ada hukum yang melarang tegas melarikan diri dari kancah peperangan, mereka yang beriman pada Allah tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu dikarenakan akibat yang sangat buruk di kehidupan mendatang.

8. Tawanan Perang.

…Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. (33:26)

Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu”. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (8:70)

Dalam hukum Allah, prajurit musuh dapat dijadikan tawanan perang selagi perang berlangsung dan ditahan sampai waktu yang memungkinkan untuk membebaskan mereka. Para tawanan perang tidaklah boleh dibunuh atau disiksa… ini bukanlah praktek yang mempunyai dasar hukum apapun.

9. Harta Rampasan Perang.

Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman” (8:1)

Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. (33:27)

Harta rampasan perang adalah milik negara dan didistribusikan sesuai ketentuan Quran (kepada yatim piatu, fakir miskin, dan sebagainya). Tanah dan barang milik musuh disita dalam peperangan semacam ini.

10. Peperangan Dihentikan Bila Musuh Berhenti Menyerang.

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (2:192)

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (8:61)

Inilah Tuhan dari Mereka Yang Berserah Diri… Tuhan yang hanya memperbolehkan kekerasan hanya jika seseorang menjadi korban kekerasan, dan cepat dalam perdamaian saat kekerasan itu berhenti.

Tidak ada dasar apapun atas melanjutkan perang dan pembunuhan hanya karena dipicu oleh tindakan-tindakan agresif…

11. Jizya (Pembayaran Kompensasi).

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (9:29)

Sura 9 membicarakan pelanggaran perjanjian dan peperangan. Ganjaran bagi mereka yang melanggar hukum ini dan telah berperang melawan kaum mukmin adalah membayar ‘kompensasi’ atas tindakan mereka tersebut.

12. Mendamaikan Antar Mukmin.

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya.  Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (49:9)

Meskipun ini tidak berhubungan langsung dengan peperangan, ini menjadi dasar apa yang harus dilakukan jikalau dua kubu mukmin berselisih.

Sekadar Penyegar Ingatan

…barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya… (5:32)

Artikel Terkait :

Teroris dan Jihad Dalam Islam

Tidak Ada Paksaan Dalam Beragama

Studi Kritis Hadis Perangilah Manusia Sehingga Semuanya Mengucap La Ilaha Illallah

Ayat-ayat Perang Dalam Qur’an

Judul asli: War in the Quran

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka… (2:191)

Bagian ayat di atas telah diduplikasi di berbagai situs dan publikasi untuk digunakan sebagai suatu kesaksian atas ‘kekerasan’ dan kekejaman yang didukung oleh Quran…

Dalam artikel ini, kami akan merontokkan mitos seputar peperangan dalam Quran dan menunjukkan ‘apa’ yang sebenarnya Allah dari Islam ajarkan.

1. Perlawanan Hanya Diizinkan Terhadap Agresi atau Perburuan.

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (2:190)

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (2:217)

Bertolak-belakang dengan keinginan banyak pihak yang lebih ingin menggambarkan Islam sebagai suatu sistem yang suka perang, Quran tidak mengizinkan peperangan kecuali dalam kasus ‘bela-diri’.

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.  (2:191)

Lihat kembali kepada ayat yang menyeramkan di awal artikel ini…

Nampaknya, ayat tersebut merupakan kelanjutan langsung dari 2:190 dimana orang-orang diperintahkan untuk bertempur untuk membela diri. Kita diizinkan untuk bertarung dan membunuh mereka yang bertarung dengan dan ingin membunuh kita, dan mengusir mereka dari tempat mereka mengusir kita… Perlindungan diberikan di Masjidilharam; namun, ini tidak berlaku jikalau mereka tetap meneruskan perlawanan di lokasi tersebut.

2. Pencegahan Adalah Kuncinya.

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (8:60)

Quran adalah buku kehidupan dan buku kebijaksanaan. Ayat di atas mendukung strategi menunjukkan kekuatan dan memastikan bahwa setiap orang sadar akan hal itu. Ini biasanya adalah cara terbaik untuk mencegah peperangan dan membuat mereka dengan niat jahat berpikir dua kali untuk memulai peperangan atau menyerang karena alasan superioritas.

3. Pelatihan Militer Dianjurkan.

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (2:216)

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (8:65)

Untuk memperjelas dari awalnya, Islam adalah suatu sistem yang mengundang manusia untuk bersiaga setiap saat… Quran tidak mengadopsi sikap ‘tinggal-pergi’, tapi menjatuhkan para aggressor sejak awal dan menuntut pengikutnya untuk menyadari tanggung-jawab seperti itu.

4. Pertarungan Diizinkan Untuk Membela Mukmin Lainnya.

…Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (8:72)

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. (4:75)

Mereka yang beriman yang diserang boleh meminta pertolongan dan tindakan militer boleh diterapkan pada kasus semacam ini. Pengecualian terhadap hal ini jelas, yaitu apabila terdapat perjanjian dengan negara/kaum yang menjadi tempat tinggal mereka dan perjanjian tersebut belum dilanggar (baca 9:1-15 untuk urusan mengenai perjanjian yang dilanggar).

5. Konsep ‘Jihad’.

Dan berjuanglah (jahidu) kamu pada jalan Allah dengan perjuangan (jihad) yang sebenar-benarnya…(22:78)

Jihad dimengerti oleh budaya Barat dan bahkan dalam lingkaran Islam sendiri sebagai ‘Perang Suci’. Sebenarnya, kata ini menurut pemakaiannya oleh Buku Allah berarti ‘untuk berjuang’:

Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjuang (jahadu) dengan harta dan diri mereka (9:88)

Allah melebihkan orang-orang yang berjuang (mujahidiin) dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk… (4:95)

Bahkan orang tua anda bisa ‘berjuang’ melawan anda:

Dan jika keduanya memaksamu (jahadaak) untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya… (29:8, 31:15)

Jelaslah bahwa orang tua anda tidak melakukan ‘Perang Suci’ melawan anda.

6. Kesetaraan Dalam Peperangan Merupakan Peraturan.

…Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (2:194)

Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (16:126)

Inilah hukum kesetaraan. Jika 100 serdadu anda dibunuh, maka jumlah maksimal serdadu musuh yang boleh anda bunuh adalah 100… Anda tidak boleh membunuh lebih dari apa yang terbunuh bagi anda, dan jika anda menahan diri dan tidak cepat dalam membalas dendam, itu adalah selalu yang lebih baik.

7. Melarikan Diri Tidaklah Dianjurkan.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (8:15-16)

Meskipun tidak ada hukum yang melarang tegas melarikan diri dari kancah peperangan, mereka yang beriman pada Allah tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu dikarenakan akibat yang sangat buruk di kehidupan mendatang.

8. Tawanan Perang.

…Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. (33:26)

Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu”. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (8:70)

Dalam hukum Allah, prajurit musuh dapat dijadikan tawanan perang selagi perang berlangsung dan ditahan sampai waktu yang memungkinkan untuk membebaskan mereka. Para tawanan perang tidaklah boleh dibunuh atau disiksa… ini bukanlah praktek yang mempunyai dasar hukum apapun.

9. Harta Rampasan Perang.

Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman” (8:1)

Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. (33:27)

Harta rampasan perang adalah milik negara dan didistribusikan sesuai ketentuan Quran (kepada yatim piatu, fakir miskin, dan sebagainya). Tanah dan barang milik musuh disita dalam peperangan semacam ini.

10. Peperangan Dihentikan Bila Musuh Berhenti Menyerang.

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (2:192)

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (8:61)

Inilah Tuhan dari Mereka Yang Berserah Diri… Tuhan yang hanya memperbolehkan kekerasan hanya jika seseorang menjadi korban kekerasan, dan cepat dalam perdamaian saat kekerasan itu berhenti.

Tidak ada dasar apapun atas melanjutkan perang dan pembunuhan hanya karena dipicu oleh tindakan-tindakan agresif…

11. Jizya (Pembayaran Kompensasi).

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (9:29)

Sura 9 membicarakan pelanggaran perjanjian dan peperangan. Ganjaran bagi mereka yang melanggar hukum ini dan telah berperang melawan kaum mukmin adalah membayar ‘kompensasi’ atas tindakan mereka tersebut.

12. Mendamaikan Antar Mukmin.

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya.  Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (49:9)

Meskipun ini tidak berhubungan langsung dengan peperangan, ini menjadi dasar apa yang harus dilakukan jikalau dua kubu mukmin berselisih.

Sekadar Penyegar Ingatan

…barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya… (5:32)

45 Komentar

  1. dildaar80 said,

    Februari 23, 2010 pada 8:22 pm

    good..salam kenal..

  2. Fitri said,

    Februari 28, 2010 pada 4:15 pm

    Betul sekali penjelasan di atas. Saya seringkali miris melihat orang-orang yang sudah terpengaruh tulisan Faithfreedom yang memotong ayat Qur’an sepenggal, sehingga terkesan Islam bukan agama damai.

    • momed said,

      April 12, 2011 pada 12:55 am

      agama damai apaan, dsr MUNAFIK u semua!
      1.u lht donk islam suni vs islam shiyah = pd saling NGEBOM satu sama lain,
      2.di indonesia bnyk bom bunuh diri, dan bnyk org yg tdk bersalah menjadi korban kebiadaban umat islam.
      3.u lht tuch FPI, kerjaannya bkn ribut, kacau, & rusuh melulu. bikin INDONESIA TERCINTA smkn terpuruk.
      so, pesan gw u NGACA donk! menghibur diri sendiri boleh, tp jgn MENIPU & MEMBOHONGI diri u sendiri jg org lain.

    • adenn said,

      Maret 16, 2013 pada 2:49 pm

      kenapa di alquran nabi yang diutus untuk israel,, berbeda kisahnya dengan cerita orang israel, kan yang jadi saksi mata/ yang mengalami bangsa israel itu sendiri, tapi kenapa ditulis di alquran berbeda???????????????
      “TUAN RUMAH YANG TAU ISI DARI RUMAHNYA, BUKAN TAMU”,,

  3. Fitri said,

    Maret 7, 2010 pada 8:10 am

    Datang berkunjung tuk mengucapkan selamat berakhir pekan.😀

  4. antasena said,

    Maret 28, 2010 pada 10:11 pm

    saya percaya tulisan diatas, tapi di lain pihak masih banyak orang memplesetka quran

  5. oscar said,

    Mei 20, 2010 pada 2:23 am

    tulisan ini ngaco. baca juga hadis dan sejarah nabi. islam memang mengajarkan kekerasan dan pemaksaan keyakinan pada orang lain. walau bagaimanapun seorang nabi tidak harus berperang karena dengan berperang pasti dia membunuh. kan jadi aneh kalau seorang nabi membunuh. kecuali nabi palsu.

    • Abu Aqsath said,

      Maret 16, 2011 pada 7:44 am

      coba hadits apa yang sudah anda baca,, dan sejarah nabi yang mana yang anda maksud,,
      pernyataan harus di sertai dalil bung oscar..

  6. blhukuthuk said,

    Juli 6, 2010 pada 10:54 pm

    Buat OSCAR :

    AL Qur’an adalah sumber hukum pertama dalam islam, jadi jangan dulu merujuk kepada hadis ataupun selain itu sebelum melihat isi al qur’an…

    Makanya kalo baca Qur’an jangan setengah – setengah karena kebanyakan orang yang suka memplesetkan Qur’an dengan hanya meninjau dari satu aspek saja bahkan ada yang hanya mencantumkan sepotong sepotong ayat kemudian mereka memberikan tafsir yang boleh dikatakan keliru padahal dalam Qur’an banyak ayat yang saling menerangkan atau saling menjelaskan satu sama lain…..

    emang oscar agama apa ???

    • Abu Aqsath said,

      Maret 16, 2011 pada 7:41 am

      agama agamaan

    • April 7, 2011 pada 10:38 am

      WAH SAYA SETUJU TUH SAMA MAS BLUKUTHUK .
      KALO SAYA TRAWANG KAYANYA OSCAR NI AGAMANE NASHARA YANG GA SUKA AMA MUSLIM. TEMAN SAYA AJA YANG AGAMANYA NASHARA GA KAYA GITU MALAH MENNGHORMATI DAN TOLERANSI .
      JELAS SEKALI ITU MAS OSCAR CARI KELEMAHAN AL QUR’AN DAN MENGANGGAP ALQUR’AN ITU SUMBER KEKERASAN NAUJUBILAH SUMA NAUJUBILAH SAYA YAKIN MAS OSCAR INI BUKANNYA MUSLIM ALIAS NON MUSLIM.

    • rianti said,

      Desember 1, 2013 pada 12:28 pm

      bukankah quran tidak bisa berdiri sendiri tanpa hadist? sebagai contoh: mengapa suatu surah diturunkan kemudian kita akan mengacu pada hadist bkan begitu??

  7. Abu Aqsath said,

    Maret 16, 2011 pada 7:40 am

    para ulama sepakat, bahwa untuk mentafsirkan alqur’an minimal harus memiliki 9 ilmu..
    mereka yang vokal dalam memerangi al-Qur’an belum satupun ilmu yang benar benar mereka kuasai, hingga fikirannya hanya di selimuti hawa nafsu.

    • rianti said,

      Februari 19, 2013 pada 9:59 pm

      maaf saya sangat bingung kalau mendengar komentar muslimers . sementara di alquran sendiri mengatakan bahwa alquran adalah buku yang mudah dipahami tapi mengapa menafsirkan quran harus memiliki 9 ilmu? tolong anda jelaskan supaya saya dapat pencerahan.

  8. April 20, 2011 pada 3:27 pm

    http://sangkebenaran.blogspot.com/

    Inilah contoh ajaran PEDOFILIA Muhammad:

    Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

    Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.

    A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

    Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.

    Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

    Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.

    Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci?

    • fazri said,

      Juli 15, 2011 pada 2:39 pm

      buat sangkebeneran.. sumber yg paling murni ada di alquran bukan di kitab karangan orang.. sangkebeneran termasuk atheis

    • September 4, 2012 pada 2:32 pm

      lw mau komen tanya aja dulu ama yg lebih tau, jangan asal terima aja, kyak anak tk.

  9. donna said,

    Juni 15, 2011 pada 2:01 pm

    Islam kalo sudah kelihatan boroknya nya pasti suka mengadu domba antar sesama Kristen yg lainnya, nggak baik gitu!,

  10. donna said,

    Juni 15, 2011 pada 2:17 pm

    Kenapa ya kalian sanggup menggorok leher orang hanya karena mencuri sapi, Kejadian itu didesa Nyuates, MAdura.. Persis seperti memotong sapi korban smbil mengucapkan Allahuakbar. tTman saya saksinya sendiri. 7 hari 7 malam ia tidak bisa makan, hanya memikirkan apakah seperti itu islam???. Satu sisi mengajarkan yang baik tetapi disisi lain menerapkan hukum Qisash. Kejadian itu bulan April,seminggu yg lalu dia sudah menjadi seorang kristen.

    APa ajaran kalian tidak mengenal kasih dan pengampunan???. Untung saja ini Indonesia. Kalo tidak…

    • dildaar80 said,

      Juni 15, 2011 pada 2:53 pm

      Kalian yg dimaksud oleh Donna tentu bukan kami semua karena sy tentu menolaknya. Jangan terjebak stigma generalisasi.

      Semua orang jg tahu bagaimana Bush menuduh Irak memiliki bom nuklir tapi terbukti tdk ada. Hal ini utk menutupi ambisinya menguasai minyak Irak.

      Apa kami bilang, semua orang Kristen demikian halnya. Halus dan sopan dalam memfitnah tp terbukti melakukan kekejaman dengan menyerbu keroyokan dan jg menyerbu target2 sipil jg di Irak?

      Bush dkk tdk kami anggap melakukan ajaran yg pernah disampaikan Yesus Kristus.

      • rianti said,

        Februari 19, 2013 pada 10:08 pm

        bush atau siapapun yang berbuat tidak mengatas namakan agama tidak semua orang kristen baik. tapi kalau mereka berbuat tidak baik tidak pernah mengatas namakan agama, tapi bagaimana dengan fpi yang menyerang secara brutal dengan menyuarakan allahuakbar?dan juga terorist mengatas namakan agama , saya sempat baca surat ali imron yang bilang kalau dia akan bertemu 72 bidadari di surga yang dijanjikan muhamad.

  11. Zaki said,

    September 11, 2011 pada 3:32 pm

    Saya setuju dengan anda. Sekarang yang ada adalah: bagaimana agar orang yang iri dengan Islam (Kristen) bisa menerima.

    Namun yang pentingf adalah, kenapa Kristen iri dengan Islam, apa mereka iri dengan kesempurnaan Islam? Saya yakin begitu,,,

    btw Kristen itu ajaran siapa? apa bedanya dengan kristen prosetan, ups, maksud saya Kristen Prosotan, eh, salah lag, maksud saya Kristen secara umum lah?

  12. mizter said,

    Oktober 11, 2011 pada 7:52 pm

    Gold Gospel Glory, Semboyan penjajah di seluruh dunia, GBU:))

  13. murtadianto said,

    Januari 29, 2012 pada 7:40 pm

    Tulisan anda sungguh membingungkan, kontradiksi, dan ngga nyambung. Referensi juga ngga jelas. Hanya berupaya melakukan pembelaan dari kenyataan yag sebaliknya. Sebaiknya ditutup saja blog ini, karena isinya cuma sampah. Saya nilai justru anda yg memotong-motong ayat2 Quran. Kemungkinan besar anda tdk mengerti bahasa Arab.
    Tolong tampilkan karya tulis dengan kualitas seperti yg dibuat Ali Sina, baru saya dapat menerimanya.

  14. hamba Allah said,

    Maret 7, 2012 pada 8:58 pm

    hah Si Ali Zina eh Ali Sina si pengelola Faithfreedom, orang yang punya pengetahuan Islam hanya 0-6% aja gak lebih malahanku terlalu banyak memberikan %nya. Ali Sina orang yang suka menafsirkan Al qur’an tanpa mempunyai pengetahuan ilmu tafsir, sukanya membesar-besarkan hadis yang tak Shahih dan berani memotong ayat Al qur’an ih jijik gua dengar namanya.

  15. Pendekar Kelana said,

    Mei 9, 2012 pada 10:38 am

    Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

    [At-Taubah : 32]

  16. cak gimin said,

    Juli 15, 2012 pada 8:15 pm

    buat “ali sina” dimanapun anda berada……?
    mengapa anda tak pernah menjawab semua pertanyaanku….?
    mengapa anda tidak pernah membalas semua jawabanku atas tulisanmu….?
    lihatlah sebagian dari mereka begitu mengelu2kan dirimu bagai pahlawan, tapi bagiku engkau adalah pengecut tak bernyali. engkau menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang bisa mematahkan argumenmu tentang islam dan al-quran, tapi mengapa tetap membisu kepada saya???
    bagaimana pendapat anda tentang argumenku akan tulisan2mu???
    anda takut kalo anda terbukti seperti yang saya katakan???
    kalau anda si “ali sina”….dihadapanku adalah tak ubahnya bagai “buku tak berilmu”!!!
    saya yakin anda “ali sina” masih mencatat dan ingat email saya…
    yudiantogimin@yahoo.com, masih sama dan tidak berubahkan email saya?????????
    saya tunggu anda sampai kapanpun!!!!
    (maaf jika aku memakai bahasa kebesaran indonesia, agar orang2 indonesia tahu kalo aku “cak gimin” siap melayani argumen anda sampai kapanpun walau sampai detik ini anda tak pernah membalas jawaban saya akan tulisanmu kecuali satu kali anda menjawab dengan mengatakan…..”yes, give me time to answer back, and I certainly can.”
    saya tunggu bukti perkataan anda!!!

    • rianti said,

      Februari 19, 2013 pada 10:12 pm

      cak gimin kalau mau komplain langsung di blog ffi , kalau disini salah alamat, noh buruan komplain kesana pakai bahasa inggris,

    • adenn said,

      Maret 16, 2013 pada 2:47 pm

      kenapa di alquran nabi yang diutus untuk israel,, berbeda kisahnya dengan cerita orang israel, kan yang jadi saksi mata/ yang mengalami bangsa israel itu sendiri, tapi kenapa ditulis di alquran berbeda???????????????
      “TUAN RUMAH YANG TAU ISI DARI RUMAHNYA, BUKAN TAMU”,,

  17. m kibuli aw said,

    Juli 24, 2012 pada 11:10 am

    Faktanya yang terjadi di Bumi / Dunia adalah gembong – gembong teroris bukan orang yg awam pemahamannya tentang agama Islam , justru sebaliknya mereka itu sangat faham dan fanatik melaksanakan ajaran Islam . Siapa yg mereka jadikan panutan dalam berbuat kalau bukan tokoh yg mereka kagumi dan yakini kebenaran ajarannya ?

  18. m kibuli aw said,

    Juli 24, 2012 pada 11:29 am

    sah – sah saja kalau ajaran agama kita di komentari negatif , terus kita marah .Dan sah – sah juga kalau kita berdalih bahwa orang itu tidak faham bahasa Arab , ayat – ayat Alquran dipenggal – penggal shg dapat diartikan salah , dll . Tapi setelah ribuan tahun Islam berkembang dan sekarang jadi agama besar yang katanya agama damai , apakah pemeluknya cinta damai ?Buka mata dan hati dan jujurlah menilai , apakah Afganistan , Pakistan , Libanon , Irak dll menyelesaikan masalahnya dg cara2 damai , dg cara2 orang yg beradab ? Atau orang yg beristri banyak bisa adail ? Orang yg mengawini anak yg belum akil balik bukan orang yg sakit ? Kenapa banyak imigran – imigran gelap hijrah ke negara – negara kafir ? Darimana sumbernya shg manusia bisa biadab terhadap sesama makhluk ciptaan NYA ?

    • rianti said,

      Februari 19, 2013 pada 10:16 pm

      muhamad saja diceritakan tidak adil kepada istrinya saodah , ketika itu muhamad mau menceraikan saodah karena dia sudah tidak cantik lagi, tapi saodah ga mau dicerai dan merelakan gilirannya diberikan pada aisyah.kalau saya salah tolong balas argumentnya berdasarkan bukti otentik.

  19. m kibuli aw said,

    Juli 24, 2012 pada 12:09 pm

    Agak gampang untuk menjadi orang yang tak percaya apa kritik dan komentar orang . “Saya tak ingin membaca dan mendengar itu , saya tak percaya apapun kata orang tentang agama saya ” Tutup pikiranmu terhadap realita , fakta – fakta yang sedang terjadi di Bumi akibat ulah dari kaummu . Jadilah seperti burung onta yang menyembunyikan kepalanya dalam timbunan pasir . Padahal untuk menjadi orang percaya sejati , orang harus kritis , berpikir dan mengkaji semua wilayah pemikiran . Bukankah kita menganut agama tertentu karena keturunan , apa sudah yakin ini pilihan yang paling benar ?

  20. Juli 25, 2012 pada 11:03 am

    Osama bin Laden , Imam Samudra dan lain -lainnya adalah orang – orang yang ahli dalam memahami Alquran dan Hadis . Mereka tentunya sangat mengagumi dan mencontoh apapun prilaku Nabi Muhammad dan sahabat – sahabat Nabi . Apa yang dilakukan mereka untuk memerangi orang – orang kafir sudah benar seperti yang diwahyukan dalam ayat – ayat suci Alquran dan yang di contohkan junjungannya Nabi Muhammad .

  21. Firman Setun said,

    Juli 25, 2012 pada 11:27 am

    Abubakar Baazir , Habib Rizqi pentolan FFI kalau diajak berdiskusi tentang Islam sudah pasti jagonya dan tentunya tak terbantahkan keahliannya menjelaskan tentang Islam . Termasuk prilaku anggota – anggota FFI dalam menjaga ketertiban di bulan – bulan puasa . Identik dengan polisi – polisi ALLAH yg turun dari sorga untuk menertibkan Dunia .Berarti mereka – mereka inilah calon – calon penghuni sorga karena mengamalkan ajarannya secara konsisten , baik dan paling benar .

  22. Masnun said,

    Agustus 8, 2012 pada 7:57 am

    Ayat -ayat dalam Alquran begitulah adanya dan harus diyakini kebenarannya . Sehingga karena sangat diyakini kebenarannya , dua kaum yang sangat memahami ayat – ayat tersebut yaitu Sunni dan Shiyah sampai saat ini masih tidak pernah mau kompromi secara damai ( karena Islam agama damai ) dalam menyelesaikan perbedaan pemahaman mereka tentang Islam itu sendiri .Mestinya yakinkan dulu kedua kaum ini bahwa Islam itu agama damai sehingga bisa dijadikan contoh oleh kaum – kaum yang lain dimuka bumi ini .Orang yang punya nurani dan nalar tidak salah dong kalau mereka juga berani mengkomentari ayat – ayat Alquran karena fakta yang ada bertolak belakang dengan teori dalam ayat -ayat tersebut .Contoh kongkrit : patung -patung Budha peninggalan sejarah yg ada di Afganistan dihancurkan padahal itu hanya benda mati .Di Purwakarta juga demikian , apa salahnya patung Semar yg dibangun untuk memperindah kota dihancurkan ? Masa Allah takut sama patung ? Dengan Patung saja ganas apalagi dengan manusia yang kebetulan keyakinannya berbeda . Teorinya di Ayat – ayat suci itu katanya untuk membela diri , membalas dengan membunuh jika diserang .Mengerikan !

  23. September 4, 2012 pada 2:39 pm

    apa manusia sempurna seperti tuhan anda, jangan samakan dengan yesus

    • rianti said,

      Februari 19, 2013 pada 10:23 pm

      tidak ada manusia sempurna , tetapi kalau nabi setidaknya lebih sempurna dari manusia biasa dan perbuatanya akan menjadi contoh umatnya,kalau yesus dia bahkan tidak berdosa.
      dan lihat sajalah orang2 yang benar2 mengikuti perilaku nabi mereka.terorist adalah islam yang baik karena mengamalkan isi alquran.

  24. It's me! said,

    November 16, 2012 pada 10:22 am

    Kenapa pada ngeributin soal Agama??
    Kenapa smua org saling menjatuhkan agama/kepercayaan org lain??

    Emangnya kalian udah begitu SEMPURNA kah untuk mengintimidasi sesuatu milik org lain???
    Seberapa banyak ILMU yg kalian punya???
    Seberapa luas WAWASAN kalian???

    Saya yakin setiap Agama/Kepercayaan PASTI mengajarkan pada umatnya tentang CINTA, KASIH SAYANG, PEDULI, dan PERDAMAIAN.
    Hanya org2 yg DENGKI yg memplesetkan ajaran Agama/Kepercayaan org lain.

    Sekarang, apakah Anda termasuk org2 yg DENGKI?????

  25. rianti said,

    Februari 19, 2013 pada 10:25 pm

    lalu kalau agama non muslim itu kafir, apakah itu dikatagorikan dengki?

  26. inarahayu said,

    Juli 3, 2013 pada 3:54 pm

    yang penting bukti nyatalah kalau seseorang atau beberapa org melakukan kejahatan manusia dgn mengatas namakan agamanya..siapapun itu perlu dipertanyakan kualitas agama yg diajarkan dalam kitap sucinya (syetonnya) yg
    dipercayainya.

  27. MurtadDrSeberang said,

    Agustus 31, 2013 pada 12:10 pm

    “Allahuakbar, aku akan membela Allah dimanapun aku berada”,
    Allah kq dibela, harusnya Allah yang membela umatnya.

  28. SanyaNisa said,

    Oktober 16, 2013 pada 7:25 am

    sedih memang kalau ada umat islam yang melakukan kesalahan, kekerasan, dan tindakan buruk yang disalahkan itu bukan ORANGNYA yg jelas2 punya hawa nafsu tapi AGAMANYA. dan lagi yang disorot itu para pembela islam yang ekstreem tapi ga pernah sekalipun melirik ke orang2 islam yang menjalani hidup dengan damai. para pejuang 45 mengangkat senjata untuk melawan penindasan kolonial belanda akan dikenang sebagai pahlawan. Rasulullah dan para sahabat mengangkat senjata untuk melawan penindasan kaum kafir quraisy dan segala fitnah mereka terhadap agama islam dikenang sebagai pembunuh kejam. -_-
    saya setuju dengan ayat2 perang. lebih masuk akal. melawan mereka dengan kasih sayang?? NOPE. sama aja bunuh diri, mengingat tingkat kebencian mereka terhadap islam udah ga keukur lg..
    fitnah media barat, fitnah peristiwa 11 september, invasi iraq, pembantaian rakyat palestina, pembantaian muslim rohingya, fitnah di faithfreedom.??
    … .. islam tidak mengajarkan pemeluknya untuk duduk diam di masjid berdoa meminta pertolongan sementara di luar mereka dikepung oleh ribuan pasukan dengan senjata lengkap. tapi doa harus ditambah usaha. mereka juga harus berjuang dengan harta dan nyawa mereka.
    dan juga harsu seimbang. senajata dilawan pake senajata, nayawa dibls nayawa, mukul dibls mukul, tulisan dibls tulisan.
    klo masih bilang, lihat tuh kenytaannya di lapanga para FPI bla bla bla, ingat… bahkan seorang muslim pun tidak boleh merasa yakin bahwa dirinya terbebas dari kesalahan apapun. lihat langsung ke sumber agamanya yaitu Al-Quran. semoga kita semua diberi petunjuk dan keselamatan.

  29. ari kalikepiting said,

    Januari 29, 2014 pada 8:44 am

    mas bro saran saya jangan tinggalkan komen sebab komen hanya mengundangorang untuk memperolok dinul islam tanpa alasan kecuali antum memberi penjelasan . sebaiknya hilangkan komen saran aja


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: